Blue Flower

Pada hakikatnnya, manusia bukan hanya makhluk individu, namun juga makhluk sosial. Manusia memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berinteraksi. Mustahil semua bisa dilakukan sendiri meskipun ilmuwan terus melakukan inovasi dalam hal teknologi untuk mempermudah kehidupan manusia di peradaban ini. Salah satu penanaman jiwa sosial bagi remaja dilakukan Organisasi Palang Merah Remaja Unit SMA Negeri 1 Kendal melalui kegiatan Pengambilan Badge yang dilaksanakan pada tanggal 17-18 Februari 2018. 

      Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan remaja PMI yang tersebar di penjuru Indonesia. PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana. Setiap anggota PMR wajib mendapatkan berbagai pelatihan sebelum terlibat dalam kasus-kasus nyata, dalam hal ini adalah kesiapannya turut aktif dalam kegiatan kemanusiaan di lingkungan terkecilnya sampai dengan kehidupan dunia yang teramat luas dan tidak terlepas dari segala permasalahan yang memerlukan pertolongan dan edukasi. 

      Kegiatan Pengambilan Badge PMR Wira SMA Negeri 1 Kendal ini merupakan kegiatan besar kedua semenjak bergabungnya anggota baru pada tahun ajaran 2017/2018. Tidak hanya menguji kemampuan teori dan praktek dalam materi-materi dasar kegiatan kepalangmerahan seperti Pertolongan Pertama(PP), Perawatan Keluarga(PK), Kesehatan Remaja, dan Gerakan Kepalang Merahan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih mental dan memantapkan tujuan anggota baru PMR ke depannya. 

       Kegiatan ini dimulai pada sore hari yang diisi dengan pembekalan materi dan ramah tamah. Dalam sesi pembekalan, disampaikan materi-materi lawas maupun baru yang dapat membantu anggota baru untuk melewati ujian dengan baik.  Meskipun begitu, bukan tujuan itulah yang dijadikan pedoman para pemateri dalam menyebarkan ilmu. Misalnya adalah penyampaian materi dasar-dasar pertolongan pertama kasus pingsan dan asma yang beberapa kali terjadi di lingkungan sekolah. Melalui sesi ini diharapkan anggota baru dapat membantu penanganan siswa pingsan dan asma, yang selanjutnya dapat menjadi pelopor bagi semua peserta didik di SMA Negeri 1 Kendal untuk sama-sama bersikap peduli terhadap siapa pun yang memerlukan pertolongan. 

       Tidak hanya berisi materi-materi seputar kegiatan kepalangmerahan, namun peserta kegiatan juga memiliki sesi pentas seni sebagai pemecah suasana yang dirasa menegangkan sebelum ujian dilaksanakan. Ada yang menampilkan musikalisasi puisi, drama musikal, senam, tari, dan juga perkusi menggunakan bahan bekas. Selain itu juga diadakan berbagai permainan sederhana yang menambah keakraban sesama anggota PMR baik anggota baru atau yang sudah senior. 

Meskipun tidak banyak peserta didik yang tergabung dalam organisasi ini, kegiatan ini tetap berjalan baik sebagaimana mestinya. Setelah mengikuti berbagai ujian tertulis, praktek, dan berbicara, anggota baru PMR Wira SMA Negeri 1 Kendal sukses mendapatkan slayer dan badge palang merah yang menandai resminya mereka untuk diterjunkan secara langsung sebagai pelopor kemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan di lingkungan sekitarnya seperti lingkungan sekolah yang telah memberikan fasilitas terhadap organisasi PMR SMA Negeri 1 Kendal. Diharapkan, kedepannya anggota baru PMR Wira SMA Negeri 1 Kendal tidak hanya berhenti di tingkat ini saja, namun juga turut aktif di masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan lainnya. 

 

"

 

Kehidupan ini sangat luas dan tidak membutuhkan kita untuk menjadi penyair atau kyai, melainkan membutuhkan kualitas kemanusiaan yang diperkaya oleh kenikmatan, keindahan, dan kesungguhan ber-Tuhan, perjuangan politik, peradaban, serta kejernihan hati nurani."

(Emha Ainun Najib) 

 

       

  Indonesia adalah negara tropis, disini terdapat dua musim yaitu: musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau di Indonesia terjadi antara bulan April hingga September. Sedangkan musim penghujan terjadi antara bulan Oktober sampai bulan Maret. Dua musim itu akan bergantian seiring berjalannya waktu. Bulan Januari ini, hujan sering turun merata di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya Kabupaten Kendal yang terletak di Provinsi Jawa Tengah.

  Hujan deras di wilayah Kendal sangat menguntungkan bagi petani, mengingat sawah di wilayah ini masih tergolong luas. Namun, bagi sebagian orang, hujan juga kurang menguntungkan karena sedikit terhambatnya aktivitas mereka. Mereka adalah peserta didik sekolah. Peserta didik di Kabupaten Kendal banyak yang terlambat karena berbagai alasan. Dan kebetulan saat itu sedang turun hujan. Peserta didik SMA Negeri 1 Kendal atau lebih sering dijuluki SMANIK juga tak luput dari peserta didiknya yang telat. Khususnya di hari dimana hujan turun saat pagi.

 

     

Foto: Peserta didik SMA Negeri 1 Kendal sedang membersihkan genangan air

 

 

  SMANIK memberlakukan sistem masuk pada jam 06.45, jadi banyak peserta didik yang kurang disiplin sehingga telat masuk kelas dan tidak mengikuti kegiatan literasi selama 15 menit.  Musim hujan lagi-lagi menguntungkan bagi pihak sekolah. Karena hujan yang turun semalam mengakibatkan halaman depan SMANIK menampung air yang cukup mengganggu aktivitas. Peserta didik yang kurang disiplin tadi didisiplinkan dengan kegiatan membersihkan genangan air sebagai hukuman yang mendidik.

  Pemberian hukuman itu sebagai kegiatan pendisiplinan diri bagi peserta didik yang terlambat. Walaupun mereka beralasan dari A sampai Z dan hujan menjadi penghalang, peraturan tetaplah peraturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan. Hal itu akan menjadi suntikan semangat bagi peserta didik yang lain, peserta didik Indonesia agar lebih disiplin dan serius dalam belajar. Jadi, hujan bukanlah rintangan untuk berdisiplin diri dan menggapai cita-cita.

 

HUJAN DERAS SEBELUM PAK MENTERI DATANG

            Jumat, 9 Februari 2018 hujan deras mengguyur Kota Kendal, hujan kali ini terbilang merata karena hampir seluruh wilayah Kendal hujan. Tak terkecuali SMA Negeri 1 Kendal, keadaan langit sudah mulai gelap sekitar pukul 02.00 siang. Sore harinya, gerimis mulai berjatuhan di daerah Kendal kota.

Pada Jumat ini pula, seluruh warga Smanik sedang sibuk mempersiapkan perhelatan besar penyambutan kedatangan Menteri pendidikan Indonesia yang akan memotong pita guna peresmian gedung Kesenian baru SMA Negeri 1 Kendal pada Sabtu, 10 Februari 2018.

Menjelang malam hujan tak juga reda justru semakin deras. Hingga akhirnya mengakibatkan banjir di sebagian daerah Kota Kendal. Sedangkan di Smanik sendiri, Lapangan Pancasila yang telah dipasang panggung dan tratak esok tadi, malam harinya kini tergenang air kurang lebih sekitar 20cm. Warga SMA Negeri 1 Kendal sempat khawatir dengan keadaan yang demikian. Panggung tersebut adalah tempat yang akan melatari berbagai macam kesenian yang telah dipersiapkan dari satu bulan yang lalu.

 
 
 

 Beberapa Gambar yang diambil oleh anak Smanik saat terjadi banjir.

            Setelah beberapa jam hujan mengguyur, akhirnya hujan mulai mereda. Sedikit demi sedikit genangan air banjir Lapangan Pancasila mulai surut. Akan tetapi banjir tersebut mengakibatkan tanah di lapangan pancasila menjadi becek. 

PASUKAN JARANAN SMANIK

 

 

       Sabtu, 10 Februari 2018 SMA Negeri 1 Kendal terlihat ramai, peserta didik yang seharusnya libur sekolah, hari itu terlihat sumringah pagi-pagi sudah hadir di sekolahan. Rupanya, SMA Negeri 1 Kendal menggelar tasyakuran Peresmian Gedung Baru. Gedung tersebut awalnya adalah bangunan kantin lama yang diubah menjadi gedung teater. Acara tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy. Namun, karena ada suatu hal, kehadiran Muhadjir Effendy diwakilkan oleh staf-staf mentri lainnya. 

        Acara tersebut dimulai pukul 08.00. Wakil dari ekstrakulikuler Pramuka dan Paskibra sudah berjejer rapi di pintu masuk Lapangan Pancasila SMANIK bersiap menyambut tamu datang. Di lain tempat, terlihat sekumpulan orang berpakaian menarik. Mereka mengenakan celana pendek, bertelanjang lengan dan ada hiasan warna merah-emas yang ujung-ujungnya terdapat banyak koin mengalung di dada mereka. Mereka juga memakai hiasan kepala bewarna senada dengan kostum mereka. Wajah mereka pun tampak berbeda, ada riasan yang menor di mana-mana, orang-orang itu dilukis sehingga semuanya memiliki kumis palsu.  Mereka adalah Pasukan Tari Jaranan SMANIK yang sudah bersiap di sana sejak pukul 5 pagi. Dalam penyambutan acara tersebut, SMANIK sudah merencanakan berbagai susunan hiburan, salah satunya adalah tarian jaranan tersebut.

          Berdasarkan wawancara salah satu peserta, mereka sudah berlatih 2 minggu sebelum acara. Peserta tari tersebut dipilih oleh Bu Djati selaku penanggung jawab acara. Akhirnya, didapatkan 56 peserta didik yang mengikuti tari tersebut. Tarian tersebut disutradarai oleh Bapak Suprapto dan diasisteni oleh Ibu Istini. Mereka berlatih 3 jam perharinya selama 2 minggu di bawah ajaran sanggar tari Turangga Muda yang diundang langsung dari Limbangan. Istimewanya, seminggu sebelum acara Bapak Sunarto selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kendal menyatakan ingin ikut pasukan jaranan. Akhirnya dalam waktu seminggu Kepala Sekolah tersebut dapat menguasai semua gerakan tari dengan baik. 

         Saat hari H, acara dibuka oleh penampilan tarian jaranan tersebut. Peserta didik dan juga tamu yang menonton terlihat antusias melihatnya, apalagi melihat Kepala Sekolah yang ternyata ikut dalam rombongan tari tersebut. Para penonton berebut mengambil gambar sekaligus video selama penampilan. Penonton yang duduk di belakang ikut maju demi menonton keluwesan para penari tampil. Di pertengahan penampilan tersebut, Bapak Sunarto  dijunjung oleh peserta tari lain dan beliau membacakan teks yang memang sudah termasuk dalam rangkaian tari tersebut. Penampilan tari tersebut ditutup oleh riuh tepuk tangan penonton yang terpukau akan penampilan pasukan jaranan SMANIK tersebut.

 

           

 

           Di awal bulan Maret ini prestasi membanggakan kembali mengharumkan SMA 1 Kendal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas menggelar “Training of Trainer (TOT) Tim Pembina Pramuka SMA Provinsi”. Acara yang bertempat di Rukun Senior Living, Sentul, Bogor ini dilaksanakan selama 4 hari sejak tanggal 26 Februari sampai 1 Maret 2018.

           Training of Trainer atau Pelatihan untuk Pelatih adalah pelatihan yang diperuntukkan bagi seseorang yang diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain

.

             Salah satu dari seratus tiga puluh enam orang yang mengikuti acara TOT tersebut adalah Pak Rahmani, pembina gerakan pramuka SMA Negeri 1 Kendal. Malam tadi beliau telah meraih prestasi sebagai team pembina pramuka terbaik tingkat nasional.

            Meski belum genap satu tahun bergabung menjadi keluarga besar sekolah berlogo ganesha ini, beliau sangat berperan dan antusias dalam setiap kegiatan kepanduan di ambalan Gana Putra-Prajna Paramita yang tak lama lagi akan berusia setengah abad.

            Berbagai ucapan atas prestasi yang membanggakan beliau menggalir deras dari berbagai pihak terlebih dari sesama pembina pramuka dan dewan bantara, namun pak Rahmani yang terkenal dengan pembawaan yang sederhana ini tetap menunjukan sikap rendah hatinya, “Alhamdulilah dan terima kasih atas dukungan kakak-kakak dan adek ambalan Ganamita. Semoga Smanik semakin berprestasi.” ujarnya di grup Pramuka Ganamita.